Casa Leopard adalah Situs Pencarian Properti Terkemuka di Indonesia. Temukan Rumah, Rumah Baru, Ruko, Tanah, Pabrik, Apartemen, Properti Komersial Lainnya di Sini Secara Lengkap. Find the best real estate offers within your country. No matter if you are looking for a house, an apartment, a condo, a flat, commercial properties or investments. Your next home might be just a click away.
Sabtu, April 13, 2019
Beli Rumah Developer atau Pakai Arsitek?

Cover: Ilustrasi antara developer dan arsitek (Sumber: arsitag.com)
Saat seseorang telah memiliki kemampuan finansial untuk memenuhi salah satu kebutuhan pokoknya, yaitu papan/rumah, ia dihadapkan pada dua pilihan, yaitu membeli rumah dari pengembang/developer, atau memakai jasa arsitek untuk mendesain rumahnya sendiri. Kedua pilihan itu ada kelebihan dan kekurangannya. Hal ini sebenarnya sama saja dengan ketika ia ingin memenuhi kebutuhan pokok lainnya, yaitu sandang/pakaian. Ia juga dihadapkan pada dua pilihan, yaitu membeli baju di toko/department store, atau memakai jasa penjahit/tailor untuk mendesainkan baju yang sangat pas dan eksklusif hanya untuknya.
Salah satu maket dalam sebuah pameran properti (Sumber: sinarharapan.co)
Orang yang memilih membeli rumah dari developer sebenarnya sama saja dengan orang yang pergi ke department store untuk membeli pakaian. Kelebihannya adalah praktis. Orang tinggal datang, pilih, bayar, dan bawa pulang. Demikian juga orang yang membeli rumah dari developer. Mereka tinggal memilih dari berbagai macam tipe yang tersedia di pasaran, mulai dari tipe klasik, modern, minimalis, kontemporer, klasik minimalis, sampai klasik minimalis modern kontemporer (entah apa maksudnya). Asal ada duit, rumah yang kita inginkan bisa langsung kita tempati saat itu juga. “Tinggal bawa koper,” kata Bapak-bapak marketting-nya di TV dengan penuh semangat.
Namun, umumnya kekurangan dari membeli baju di toko adalah masalah ukuran. Belum tentu model baju yang disukai memiliki ukuran yang pas karena baju tersebut diproduksi di pabrik dengan beberapa kategori ukuran tertentu saja. Ditambah lagi, biasanya juga ada masalah harga. Terkadang model baju yang kita inginkan belum tentu harganya terjangkau. Masalah lain lagi adalah, seringkali kita bertemu dengan orang lain yang memiliki pakaian yang sama persis dengan pakaian kita. Hal ini lumrah karena pakaian di department store diproduksi massal sehingga cukup besar kemungkinannya bertemu dengan orang yang memakai baju yang sama. Bagi sebagian orang, hal ini bukan masalah, tetapi bagi sebagian orang lainnya, rasanya agak malu apabila ternyata pakaian yang dikenakan adalah pakaian "pasaran". Ini juga kekurangan dari membeli rumah developer. Rumah itu belum tentu cocok dengan yang kita inginkan, entah dari modelnya, atau spesifikasi materialnya, warnanya, kapasitasnya, besar kecilnya ruangan, ada tidaknya ventilasi, taman, dan lain sebagainya.
Contoh perumahan developer, Candibinangun Residence (Sumber: arsitag.com)
Apabila ada banyak faktor yang mempengaruhi cocok tidaknya pakaian, ada jauh lebih banyak faktor lagi yang mempengaruhi cocok tidaknya sebuah rumah. Apalagi, rumah ini biasanya kita huni tidak hanya satu dua hari, tetapi bertahun-tahun, bahkan bisa sampai seumur hidup. Masalah lain yaitu rumah developer juga diproduksi massal sehingga rumah kita dengan rumah tetangga biasanya mirip atau persis sama. Hampir tidak ada keunikan tersendiri yang menjadi ciri khas rumah kita.
Perumahan developer tentunya didesain oleh arsitek juga, tetapi yang menentukan modelnya bukan pembeli dan bentuknya relatif sama dalam satu komplek. Contohnya Villa Tamansari karya DAP Architect (Sumber: arsitag.com)
Sebaliknya, orang yang memilih untuk memakai jasa arsitek itu sama dengan orang yang memakai jasa penjahit untuk mendesain bajunya. Kendalanya biasanya adalah masalah waktu. Tidak seperti baju dari department store yang bisa kita ambil dan pakai saat itu juga, menjahit baju di penjahit biasanya membutuhkan waktu beberapa hari hingga jadi. Apabila tingkat kerumitannya sulit bisa jadi beberapa minggu. Ini tidak bisa instan. Akan tetapi, kelebihannya: pakaian dari penjahit biasanya akan pas sekali dengan ukuran tubuh kita, tidak kekecilan atau kebesaran, karena penjahit tersebut mengukur dahulu ukuran tubuh kita sampai sedetil-detilnya. Selain itu, kita bisa meminta model yang eksklusif, tidak pasaran, yang bisa jadi hanya kita sendiri yang punya sehingga tidak mungkin bertemu dengan orang yang memakai baju yang sama di jalan.
Salah satu sketsa rumah dari arsitek Ari Widio (Sumber: monokroma-architect.com)
Inilah juga kelebihan apabila kita ingin memakai jasa arsitek. Rumah kita tidak akan sama dengan rumah tetangga sebelah karena didesain khusus untuk kita. Tingkat kecocokan bisa lebih tinggi dibandingkan apabila kita membeli rumah dari developer. Semua kriteria rumah yang kita inginkan bisa dibantu diwujud-nyatakan secara khusus (customized) oleh seorang arsitek handal. Tetapi, tentu saja ada pula kekurangannya. Sama seperti menjahitkan pakaian, memakai jasa arsitek tidak bisa instan. Perlu ada waktu yang cukup lama. Biasanya ini bisa memerlukan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Itupun belum dihitung waktu yang dibutuhkan untuk mencari arsitek yang cocok karena dari banyak arsitek yang ada, mencari yang benar-benar cocok dan dapat mewujudkan rumah impian kita merupakan tantangan tersendiri. Hal ini memang tidak praktis. Tetapi, apabila kita mendapatkan arsitek yang cocok, kita bisa mendapatkan rumah yang benar-benar eksklusif hanya bagi kita sendiri.
Cijantung House yang didesain oleh Monokroma Architect (Sumber: arsitag.com)
Apakah memakai jasa arsitek pasti lebih mahal daripada membeli rumah developer? Tidak juga. Sama seperti memakai jasa penjahit tidak selalu lebih mahal daripada membeli baju di toko. Justru dengan memakai jasa penjahit kita bisa memilih jenis kain sendiri yang harganya sesuai dengan anggaran kita, tetapi bisa dijahit mirip-mirip atau setara dengan baju-baju bermerek yang jauh lebih mahal di toko. Mahal tidaknya, kita bisa atur sendiri. Demikian juga dengan memakai jasa arsitek. Bahkan para arsitek itupun dapat membantu kita untuk mendesain rumah dengan material yang sesuai dengan budget kita, namun dengan bentuk dan model yang elegan dan memiliki keunikan tersendiri sehingga mengundang decak kagum kawan dan kerabat yang berkunjung.
Artikel Asli
Tips Cerdik Membuat Rumah Idaman Anda Selalu Bersih dan Rapi

Cover: Rumah Sudut Karya Lewin Nuramin (Sumber: arsitag.com)
Siapa yang tak ingin rumah idamannya selalu tampak bersih dan rapi? Apalagi, bagi para ibu rumah tangga yang punya anak lebih dari satu, membereskan rumah akan menjadi aktivitas yang bisa dilakukan lebih dari tiga kali dalam sehari.
Lantas, bagaimana menjaga rumah idaman sederhana selalu cantik tanpa harus merepotkan diri bersih-bersih setiap saat? Berikut beberapa tips sederhana untuk membuat rumah idaman minimalis Anda tampak selalu bersih dan rapi.
1. Pisahkan Ruang Pribadi dan Ruang Umum di Rumah

AA Residence Karya Bitte Design Studio (Sumber: arsitag.com)
Ruangan yang berada dekat dengan pintu masuk biasanya merupakan ruang publik alias ruang tamu. Ruangan lain seperti ruang makan dan ruang keluarga juga kerap menjadi tempat berkumpul orang-orang. Usahakan semua tempat-tempat itu bebas dari baju bergantung, kertas berantakan, dan barang-barang lain yang memberikan kesan tidak rapi pada rumah idaman modern Anda.
Bagian depan yang pertama kali dilihat tamu ketika datang adalah bagian yang paling harus Anda awasi kebersihannya. Jika memang terdesak harus merapikan sesuatu, sediakan satu ruang khusus (gudang) untuk menyembunyikan barang-barang itu sebelum dirapikan ke tempatnya.
2.Lakukan Hal Simpel Ini Sesering Mungkin

Pastikan tidak ada piring bertumpuk di bak cuci. Splow House Karya Delution Architect (Sumber: arsitag.com)
Mencuci piring, meletakkan baju kotor ke keranjang cuci atau sekadar mengembalikan buku ke rak adalah hal-hal yang simpel yang kadang terabaikan. Akibatnya, barang-barang ini menumpuk di tempat yang tidak seharusnya dan membuat ruangan tampak tidak rapi. Lakukan hal-hal kecil ini sesering mungkin. Bukan hanya untuk menjaga kerapihan dan kebersihan, tetapi juga agar Anda tidak terlalu lelah saat mengerjakannya sekaligus.
3. Buang Barang-barang yang Tidak Anda Butuhkan Segera

Simpan barang-barang yang tidak Anda butuhkan segera di dalam gudang (Sumber: pinterest.com)
“Saya mungkin akan butuh baju ini” atau “Buku ini mungkin akan saya perlukan nanti” adalah hal-hal yang sering terbersit ketika sedang beres-beres. Kebiasaan menumpuk barang yang belum tentu akan digunakan membuat rumah Anda penuh. Jika ada barang-barang yang jarang Anda gunakan, simpan saja di gudang alih-alih menumpuknya di salah satu sudut rumah. Lebih bagus kalau Anda mau memberikannya pada yang lebih membutuhkan.
4. Libatkan Orang-orang di Rumah untuk Aktivitas Bersih-bersih

Libatkan anak-anak dan anggota keluarga untuk bersih-bersih (Sumber: atlantaexceptionalcleaning.com)
Punya atau tidak punya pembantu, cobalah sesekali ajak anak-anak atau pasangan untuk bersih-bersih. Misalnya, sisihkan waktu 10 menit setelah makan malam. Ini sekaligus akan melatih seluruh anggota keluarga akan tanggungjawab terhadap kebersihan.
5. Hanya Perabotan yang Boleh Berada di Atas Lantai

Jangan biarkan benda yang bukan perabotan berada di atas lantai. Silviana Lowis Karya Revano Satria (Sumber: arsitag.com)
Meletakkan tumpukan majalah, mainan, atau buku di lantai jelas akan membuat rumah Anda tampak berserakan. Pastikan hanya lemari, rak buku, dan perabotan lain yang menempel langsung dengan lantai.
6.Letakkan Peralatan Masak yang Benar-benar Anda Butuhkan

Isi dapur dengan peralatan yang benar-benar dibutuhkan. Stoy House Karya Yanuar Pf (Sumber: arsitag.com)
Beberapa ibu rumah tangga suka mengoleksi peralatan dapur seperti aneka jenis mangkuk sampai toples yang tak terhitung jumlahnya meski sebenarnya jarang digunakan. Meletakkan koleksi Anda di rak dapur bukanlah pilihan yang tepat. Selain membuat dapur terasa penuh, koleksi Anda juga akan berdebu dan akhirnya rusak. Isi rak Anda hanya dengan peralatan yang benar-benar Anda gunakan setiap hari. Sisanya? Simpan di lemari penyimpanan atau kemas rapi dan taruh di gudang.
7. Hindari Lantai Kotor dengan Memasang Dua Keset
Pasang dua lapis keset di bagian luar dan dalam pintu depan (Sumber: rubbercal.com)
Letakkan dua keset di depan rumah, satu di luar dan satu di dalam. Dengan begitu, kotoran tidak menyebar ke lantai Anda dan di seluruh rumah Anda (ada dua keset yang menyaringnya). Karena sebagian besar tamu melihat ruangan langsung dari pintu depan terlebih dahulu, keset memberi kesan rumah terlihat bersih secara keseluruhan.
Artikel Asli
6 Desain Rumah Tipe 45 Impian Para Millenial

Rumah tipe 45 kerap dipilih para keluarga muda karena memiliki ukuran yang sedikit lebih besar ketimbang rumah tipe 36. Melalui pemilihan ini, pemilik hunian bisa bebas mengeksplorasi desain interior dan eksterior, termasuk memiliki ruangan dan halaman dengan ukuran yang lebih leluasa.
Para millenial, tentunya kamu menginginkan desain hunian yang kekinian, modern dan tak ketinggalan zaman. Sebagai inspirasi, Kania akan mengulas 6 desain rumah tipe 45 yang cocok banget diadopsi oleh para kaum muda! Apa saja itu?
Desain Rumah Tipe 45 Atap Datar
archdaily.com
Desain rumah tipe 45 yang satu ini memiliki bentuk desain atap rumah datar yang kaku dengan sudut kotak. Meskipun terlihat sangat sederhana, namun desainnya yang masih jarang diadopsi di Indonesia membuatnya tampak sangat menawan, mewah, sekaligus unik. Terlebih lagi, penggunaan cat berwarna hitam yang dominan di bagian luar memberikan kesan misterius dan mewah.
Desain Rumah Tipe 45 Cottage
archdaily.com
. Desain rumah dua lantai ini memberikan kesan seakan berada di kawasan pantai, meskipun letaknya di tengah perkotaan. Dilengkapi dengan bukaan dan kaca berukuran besar di bagian depan, cahaya akan masuk ke dalam rumah secara optimal. Sementara itu, bagian teras bisa kamu jadikan sebagai tempat bersantai saat pagi atau sore hari dengan menambahkan meja dan kursi
Desain Rumah Tipe 45 Kayu Modern
archdaily.com
Ingin membuat rancangan rumah tipe 45 bergaya modern dengan memanfaatkan material kayu? Rumah yang satu ini cocok banget diadopsi oleh para millenial karena memiliki gaya yang tak ketinggalan jaman, namun tetap mengutamakan kenyaman. Meskipun didominasi oleh material kayu, namun kesan menawan sangatlah terpancar karena berhasil memadukan warna monokrom dan warna natural kayu yang terlihat begitu sempurna.
Desain Rumah Tipe 45 Industrial
architectureartdesigns.com
Rumah gaya industrial juga mewakili kegemaran dari para millenial. Seperti contoh rumah berikut, bangunan dibuat dengan memanfaatkan perpaduan material beton ekspos, metal dan kayu sehingga membuat tampilan rumah tipe 45 ini begitu unik dan anti-mainstream. Namun, kamu juga wajib memperhatikan unsur pencahayaan seperti penempatan lampu secara tepat dan memaksimalkan jendela sehingga tampilannya semakin stand out!
Desain Rumah Tipe 45 Skandinavia
dekoruma.com
Untuk kamu yang ingin menciptakan hunian yang terkesan hangat, nyaman, dan sederhana, kamu bisa mengadopsi gaya interior Skandinavia yang saat ini tengah populer di dunia. Selain mengutamakan kepraktisan dan estetika, desain rumah tipe 45 yang satu ini juga menawarkan kesan bersih melalui dominasi warna putih yang sangat fit berpadu dengan material kayu.
Desain Rumah Tipe 45 Kontemporer
pinterest.comRancangan rumah tipe 45 bergaya kontemporer ini sangat cocok diadopsi oleh keluarga muda yang dinamis dan tak ingin terikat oleh batasan desain tertentu. Salah satunya, terlihat pada gambar, di mana rumah dirancang begitu manis dengan penempatan jendela rumah berukuran besar, penggunaan warna netral yang dominan, namun tetap seimbang karena memadukan unsur natural. Supaya lebih sempurna, kamu pun bisa memaksimalkan pencahayaan atau menggunakan elemen garis.
Tak hanya mengutamakan desain eksterior, kamu pun wajib memaksimalkan interior sehingga hunian semakin nyaman untuk ditempati seluruh keluarga.
Artikel Asli
Jumat, April 12, 2019
Tips Merancang Rumah Minimalis untuk Pasangan Muda

Setiap pemilik hunian tentunya menginginkan keunikan pada naungannya yang menjadi ciri khas diri mereka. Tak hanya dari segi tampilan, terkadang, pengalaman di dalam hunian juga bisa menjadi sebuah kejutan.
Simak bagaimana cara merancang rumah bagi pasangan muda dengan menghadirkan suasana yang berbeda-beda di tiap ruang.

Split Level yang Memberikan Suasana Unik
Seperti pada pasangan muda kreatif yang energik ini, permainan split level dipilih sebagai identitas karakter pada huniannya. Di atas luas tanah 250 meter persegi ini, lantas terwujud sebuah bangunan seluas 500 meter persegi yang terbagi ke dalam enam setengah lantai.
Setiap level memiliki fungsi dan pengalaman berbeda-beda. Namun tentu saja, dari segi desain interior, hunian ini tetap memiliki satu benang merah, yakni A Modern Looking House. Citra hunian demikianlah yang diputuskan sang desainer untuk memayungi gaya hidup positif yang dijalani pemiliknya. Dari satu ruangan ke ruangan lainnya, vibe cerah dan positif terpancar dari segi alur maupun tatanan ruang di dalamnya.


Sentuhan gaya ala Skandinavia, yang juga diinginkan sang penghuni, menjadi bagian dari rumah yang secara keseluruhan menempuh waktu satu setengah tahun dalam perwujudannya ini. Keinginan untuk membangun mood laid-back dihadirkan melalui penerapan elemen kayu pada berbagai hal. Tak ayal, kesan homy tampak sedari memasuki hunian ini. Suasana sebuah naungan pun semakin spesial berkat split level tersebut yang mengakomodasi sebuah indoor garden di tengah ruangan.
Optimalisasi Ruang
Karena terbagi-bagi ke dalam enam level, olahan interior hunian ini harus menjauhkan kesan sempit dan berat yang rentan terjadi pada split level house pada umunya. Baik fungsi, estetika, hingga pengalaman setiap pengguna ruang tetap dioptimalisasi tanpa menyampingkan faktor kenyamanan.
Optimalisasi tersebut terlihat pada area living room yang juga menjadi highlight hunian. Karena penghuni rumah banyak menghabiskan waktu di satu area tersebut, diciptakanlah tiga fungsi ruang sekaligus; ruang TV, ruang makan, dan working corner. Ruangan-ruangan tersebut didesain saling terintegrasi sehingga komunikasi antar penggunanya pun juga tetap terhubung selama masing-masing kegiatan berlangsung.


Beberapa elemen fungsi juga ditambahkan untuk memaksimalkan kegiatan. Sebuah mini bar ditempatkan di sebelah area makan agar pengguna ruangan tak melulu harus turun ke pantry. Pasangan muda ini juga hobi mengumpulkan mainan atau figurines yang diperoleh dari kegiatan traveling.
Memfasilitasi kegemarannya ini, sebuah display area dihadirkan di dekat area makan dan working corner. Tidak hanya menyenangkan bagi penghuni, kreasi yang mebuat keseluruhan ruangan lebih spesial sekaligus personal ini juga menjadi kenikmatan bagi setiap tamu yang singgah.
Sentuhan Personal
Sentuhan personal juga hadir tidak hanya dari segi kebutuhan ruang, namun juga selera estetika. Sang istri yang menyukai unsur klasik menginginkan adanya sentuhan lain pada area pribadi. Akhirnya, pada kamar tidur utama, desainer interior mengaplikasikan panel-panel di dinding. Agar tetap menyatu dengan konsep modern yang diusung, panel-panel dengan warna serupa dinding putih, dipadukan dengan unsur kayu pada kisi-kisi di belakang tempat tidur.


Perpaduan gaya ini menjadi keunikan sekaligus personalisasi ruang. Sebuah formula spesial turut diterapkan untuk menyiasat layout kamar tidur utama ini. Bentuknya yang unik menjadikan kamar mandi di dalam kamar tidur utama ini memiliki lebar yang sempit namun panjang.
Dengan demikian, sebuah koridor dihadirkan sebagai enterance kamar tidur utama yang kemudian menjadi salah satu cara menjaga privasi penghuni. Kisi-kisi kayu lantas diciptakan sebagai elemen menarik pada koridor tersebut yang menjadi aksentuasi see through ke dalam walk-in closet dengan konsep terbuka. Memadukan kreativitas dan estetika seraya mengoptimalisasi fungsi adalah kunci kenyamanan desain split level house ini.
Artikel Asli